Wednesday, 20 March 2013

Kamu - 3 (Kembali)


Iya kamu sahabatku, tolong dengarkan keluhanku LAGI untuk kali ini.

Kamu,
masih ingatkah kamu kepulanganku yang pertama? iya aku main ke rumah dia dan kita bertiga bertemu. Sungkan karena lama tak jumpa. Sampai akhirnya hari terakhir sebelum sore hari aku kembali bekerja. Dia menghubungiku untuk memindah data dan kamu?. Kamu tiba tiba bertanya dengan keberadaan komputerku dan mau membuat design. Kemudian kamu datang ke rumahku saat aku sedang packing. Kamu diikuti dengan yang lain datang selanjutnya. Langsung menuju ruang komputer di rumahku. Kemudian tak lama berselang dia datang. Taukah kalian apa yang kurasa? senang. Iya aku senang teramat senang  ketika kalian sahabat sahabatku masih menerimaku seperti dulu. Masih menganggapku di dekat kalian walaupun kita lama tidak bertemu.

Friday, 15 March 2013

Kamu - 2 (Persahabatan ini)


Iya kamu sahabatku, tolong dengarkan keluhanku LAGI untuk kali ini.


Kamu,
masih ingatkah kamu saat malam itu? saat bulan puasa dan kita hanya berdua diberi amanah untuk mencari relawan pembuat makanan berbuka? ketika kita berdua menyusuri jalan dan berkeliling rumah. Masih dengan mukena yang ada di tubuhku. Kita yang bertukar fikiran tentang teman teman kita. Masih ingatkah?

Monday, 11 March 2013

Kamu - 1 (Sahabatku)


KAMU – sahabatku

Iya kamu sahabatku, tolong dengarkan keluhanku LAGI untuk kali ini.


Kamu,
masih ingatkah kamu akan masa lalu itu?, masa disaat kita belum mengerti arti hidup, masa disaat kita masih belum tau apa itu yang namanya kehilangan. Iya masa disaat kita baru mulai mengerti pendidikan. Ketika kita mulai mengenal dan pada akhirnya selalu berangkat dan pulang sekolah bersama. Ketika kita selalu bermain dan mengerjakan tugas bersama tanpa mengenal yang lainnya, sampai akhirnya kenaikan kelas yang memisahkan kita. Kamu masih setia dengan kelas itu dan aku harus melanjutkan di kelas yang baru. Kamu sibuk dengan duniamu dan aku sibuk dengan duniaku.Kita terpisah oleh waktu. Dan pada akhirnya dipersatukan kembali oleh waktu dengan dunia dan teman teman baru

Thursday, 7 March 2013

KAMU....



DULU
Dulu kamu selalu siap menerima amarahku yang menggebu, siap menerima luapan rasa senang yang luar biasa, siap mendengar tangisan yang mengiris kalbu. Bahkan dengan jawaban luar biasamu yang luar biasa pendek pun  mampu menenangkanku. Bahkan disaat mata kita tak bertemu beberapa kata dalam pesan singkatmu mampu membuatku diam bersama hatiku yang menggebu.
Saat rasa sakit itu mulai menghampiriku kamu dengan ikhlas beralasan atas dasar persahabatan meminjamkan bahu untuk memngurangi rasa sakitku. Hingga semakin lama aku semakin terbiasa mencurahkan rasa kepadamu. Mungkin lebih banyak rasa sakit yang kubagi padamu. Tetapi kamu tetap diam menerimanya tanpa mengeluhkan apapun itu.