Wednesday, 3 April 2013

Kamu - 7 (Terakhir dan Harapan)

Iya kamu sahabatku, tolong dengarkan keluhanku LAGI untuk kali ini.


Kamu,
Aku menerima kembali pesan singkatmu, pesan singkat bertuliskan namaku LAGI, namun sayang aku sudah tertidur. Dan paginya ketika aku balas kamu hanya bilang iseng dan tidak apa apa. Ya setidaknya itu berarti kamu masih mengingatku sebagai sahabatmu bukan? Mungkin saja malam itu kamu sedang mengenangku. Mungkin

Sunday, 31 March 2013

Kamu - 6 (Perubahan)

Iya kamu sahabatku, tolong dengarkan keluhanku LAGI untuk kali ini.


Kamu,
Iya sekali lagi aku salah menilaimu. Tadinya aku kira kamu sudah terlalu sibuk dengan pasangan barumu, ternyata salah. Iya hari itu kita termasuk aku, kamu dan dia kembali merencenakan bermain ke tempat masa kecil kita. Ku akui aku cukup Suudzon, berfikir kalau kamu akan mengajak pasanganmu itu. Dan aku pun tak ingin berangkat kalau dia tak ikut serta, begitu juga dengan dia yang tak mau ikut jika aku tak ikut serta. Iya malamnya aku dan dia pergi untuk mencari bekal makanan. Dan esoknya lagi dan lagi kita berangkat dini hari. Dari sini aku sadar memang kamu tak berubah dan masih seperti dulu. Hanya statusmu yang berubah.

Thursday, 28 March 2013

Kamu - 5 (Gadismu)

Iya kamu sahabatku, tolong dengarkan keluhanku LAGI untuk kali ini.


Kamu,
kita masih bersua seperti dulu. Tapi ingatkah kamu ketika kamu bercerita tentang dirinya kepadaku? Dirinya yang sekarang mendekatimu dan sering  mengirimkan sms ke kamu. Dirinya yang tiba tiba mengirimkan grafity namamu di jejaring sosial. kamu bertanya padaku apakah aku mengenal dirinya, kemudian  Aku jawab aku hanya tau tapi tak mengenalnya dan kamu pun bercerita kalau dia mendekatimu mulai dari hal kecil mengirim pesan singkat untukmu. Waktu itu aku hanya menanggapi biasa saja.

Sunday, 24 March 2013

Kamu - 4 (Konflik Batin)

Iya kamu sahabatku, tolong dengarkan keluhanku LAGI untuk kali ini.


Kamu,
masih ingatkah kamu ketika aku meminjam status jejaring sosialmu?. Tanpa aku bicara panjang lebar karena kamu sudah tau masalahku kemudian kamu mengiyakan permintaanku.  Sampai aku bertanya kepadamu apa kamu yakin atas bantuanmu dan kamu bilang "demi sahabatku".  Iya memang waktu itu murni salahku, melibatkanmu ke dalam masalahku. Sampai orang di sekitarmu terus mem.bullymu meskipun aku sudah bilang kepada mereka kalau kita hanya bersandiwara. Dan aku tak tau apa yang terjadi denganmu saat itu. Tapi akhirnya aku tersadar ini tak adil bagimu kemudian menyudahi sandiwara itu. Dan aku baru tau apa yang kamu alami saat aku kembali ke kota itu.  Iya aku baru tau kalau kamu masih saja di bully karena sandiwara itu. Taukah kamu? Aku merasa bersalah dan amat sangat bersalah. Aku merasa kamu menghindariku dan aku tau ini semua salahku. Sampai di hari jadimu pun kamu mengacuhkanku. tak menghiraukan teleponku. Padahal itu adalah telp pertama dariku untukmu. Iya kepulanganku hanya meninggalkan luka di hati dengan rasa bersalahku kepadamu.