Tuesday, 17 March 2015

Review Catatan Pendek untuk Cinta yang Panjang



Yeayyy, akhirnya saya nge-blog lagi.

Jadi begini, beberapa waktu yang lalu waktu saya mulai aktif di fb dan nemuin salah satu teman yang hobi share atau mention status dari seorang yang bernama “Boy Chandra”. Saya penasaran dong, sekeren apa sih orang ini kok sampai ada seseorang yang sebegitu “gilanya”. Well, karena saya memang kepo akut akhirnya ikutin add fb dan like fpnya. And then, waktu itu sekitar bulan januari/februari dan Kakak yang satu ini (yess, saya berasa muda) lagi gencar promo buku barunya yang berjudul Catatan Pendek untuk Cinta yang Panjang. Awalnya karena belum kenal karakter tulisannya saya tidak begitu merespon, cuma bilang bagus nih potongan naskahnya. Hanya sekedar itu, lalu saya beralih jalan-jalan ke blognya dan errrr ternyata blognya sealiran punya Kak Namarappuccino yang gegalauan gitu dan saya memang hobi dengan aliran ini #plak. 


Review RESIDU



Yepp, kali ini saya mau buat Review “Residu”nya Kak Namarappuccino. Buat yang belum tahu siapa doi bisa langsung mampir ke lapaknya atau bisa juga intip di sini.

Sebenarnya buku ini sudah lama sampai di tangan saya, dari tahun 2014 pun saya juga langsung membaca selesai bukunya waktu itu. Tetapi yeah, berhubung saya orangnya agak pemalas, jadi baru sekarang menyempatkan diri buat menulis review atau lebih tepatnya curcolan saya. Lol

Nah ini dia penampakannya, buku Residu datang bersama teman-temannya yang unyu,


Monday, 17 November 2014

Namarappuccino


Postingan ini bukan untuk mengikuti Giveaway #ResiduNamarappuccino

Pagi ini, saya sukses meringis miris di kantor, Iya di kantor tepatnya waktu kerjaan kosong dan baru berniat buat nulis untuk ikut GA #ResiduNamarappuccino. Kenapa miris? Iya miris karena seingat saya deadline GA ini adalah 18 November tetapi ternyata 18 November itu pengumuman siapa yang beruntung. Miris bukan? Padahal sejak awal selagi masih rencana saya sudah berniat ikut GA ini. Well, akhirnya untuk memenuhi janji kepada diri sendiri saya tetap posting tulisan ini walaupun sudah terlambat. Bukan lagi dengan tujuan menjadi siapa yang beruntung melainkan melakukan apa yang sudah saya niatkan sebelumnya.

Hal yang berat itu bernama “Melepaskan”

Hal yang paling berat dalam hidup ini adalah melepaskan, melepaskan mimpi yang pernah kita rangkai.  Melepaskan mimpi itu ibarat kata melepaskan satu hal dan akan berpengaruh kepada hal lainnya.

Tepatnya 3 November 2014, adalah tepat dengan hari saya dengan terpaksa mencoret satu list dari “Buku Mimpi”.  Apa itu? Yeah list di nomor 1 itu adalah mimpi untuk memakai toga suatu hari nanti. Setelah sekian lama saya bekerja di luar kota, akhirnya tahun ini saya berani nekat dengan mengambil kuliah  kelas karyawan di salah satu Universitas Swasta di Jakarta.