Tuesday, 30 June 2015

LAPORAN #DISBUKBERKK



Assalaamu’alaikum.

Kali ini saya mau berbagi atau lebih tepatnya membuat laporan #DisbukberKK (Diskusi dan buka puasa bareng KK) yang dilaksanakan 27 Juni 2015 lalu.
Berawal dari postingan ajakan/tawaran/gratisan dari mimin sekaligus Founder KK berupa gambar ini saya dapat info acara kece.
Promosi acara yang disebar mimin


Yepppp jadi temanya kali ini adalah
“Menulis untuk hidup, hidup untuk menulis” bersama Om Maman Suherman - @maman1965 – Notulen ILK

Nah yang belum tahu sebelumnya apa itu KK? KK adalah kependekan dari Kancut Keblenger. Apa itu? Itu Loh Komunitas Blogger paling kece #eyaaaa.
 
Jadi ceritanya tibalah hari yang ditunggu-tunggu. Hari H dan saya lupa di mana markas KK ini berada, padahal pernah ke TKP, tapi apalah daya otak saya sudah terlalu banyak terisi khayalan tingkat Bila ><. Akhirnya setelah diantar bapak pengemudi bajaj, sampai di markas dan di sana baru ada Anggita. Kita hanya berdua kayak orang ilang sementara Kak Pina baru jemput Om Maman.
 
Singkat cerita sebelum acara dimulai, sambil kawancut yang lain datang, sempat ngobrol soal buku bersama Om Maman. Di infoin sama Kak Pina ke Om Maman kalau saya juga nulis novel, aishh aku mah apa atuh #tutupmuka. Lalu berbincang singkat soal proses lahirnya Bila, dan berlanjut dengan Beliau melihat sample Bila. Inti dari obrolan pendek sebelum acara dimulai yaitu “Ini bagus, nggak perlu merendah, dilanjutkan terus.” Well,  tepat karena hal yang besar biasanya dimulai dari hal kecil. Semangat!!!
Oke, lanjut ke acara inti.


Sesi pertama, berbagi pengalaman dari Om Maman sejak beliau masih kecil sampai dengan sekarang. Ah, kalau ini diceritain bakalan panjang banget postingannya. Jadi skip aja, intinya di bagian ini adalah sumber ide beliau adalah dari IBU. Ibu itu adalah pembohong nomor satu di dunia. Sigh! saya jadi nggak konsen dan malah kangen emak di Jogja. Ck!

Lagi  serius nyimak  - Foto @kancutkeblenger

Lagi  serius nyimak  - Foto @kancutkeblenger
Sesi kedua, yaitu pembahasan soal menulis. Yup, langsung saja saya buatkan rangkuman yang masih menyangkut di otak. ^,^
 
“Banyak mendengar banyak ilmu, banyak bicara justru otaknya tertutup.”

Modal menulis yang pertama itu bukan pelajaran tentang menulis yang didapatkan dari bangku pendidikan melainkan HATI. Hati ini yang akan membimbing kita dalam menulis.
 
Sebuah paragraf terbentuk dari huruf yang disusun menjadi kata, yang disusun menjadi kalimat. Namun, semua itu tidak akan terwujud dan terbaca tanpa adanya jeda (spasi). Jeda tersebut jika diibaratkan dalam hidup adalah liburan, liburan di sini adalah pulang. Pulang ke mana? Yaitu pulang kembali kepada Ibu. Yeppp.. lagi-lagi kembali ke ibu *_*
 
Sebelum menulis kita bisa mengumpulkan sebuah ide yang akan kita tulis dengan menggunakan  metode 5W + 1 H. Apa itu? Di sini saya mencoba menerapkan metode tersebut dengan contoh dari Bila. #promolagi . Di sini sebenarnya metode ini mirip outline ya, atau bisa juga kita sebut cara sederhana untuk menentukan sebuah outline #okesip.
What : Apa yang akan kita tulis?  Aku ingin menulis tentang wanita yang patah hati.
When : Di mana kejadiannya? Atau kapan waktu terjadinya? Saat wanita itu ditinggal menikah oleh sahabatnya sendiri.
Why : Mengapa /  kenapa bisa? Karena ternyata wanita itu baru sadar telah mencintai lelaki (sahabat) di saat sudah kehilangan. Sementara si lelaki (sahabat), tidak pernah sadar kalau si wanita memiliki rasa lebih dari sekadar persahabatan.
Who : Siapa  yang ada dalam cerita ini? Bila
Where : Di mana kejadiannya? Well, di sini tentu saja kita bisa menentukan berbagai setting tempat kejadian yang akan ada pada novel.
How : Bagaimana kejadian itu terjadi?  Detailnya bisa di baca langsung di Bila #antiklimaks.
Minimal dengan adanya 5W + 1H, tulisan kita sudah mempunyai poin-poin pentingnya.

Selain itu penulis juga seharusnya memiliki atau melakukan 5R. Apa itu? Ini bukan ukuran cetak foto loh ya.
5R di sini yaitu,
Read : Membaca – karena semakin banyak membaca maka pengetahuan kita semakin banyak.
Riset : Pengumpulan data – ibarat kata, kalau kita mau menulis tentang anak broken home kita harus tahu banyak atau mengumpulkan data tentang anak broken home. Untuk metode, tergantung masing-masing.
Reliable : Dapat diandalkan – Apa yang kita tulis haruslah reliable, dapat diandalkan atau terpercaya. Misal survey pasti ada narasumbernya.
Reflecting
Right
Yak, itu saja yang berhasil saya rangkum di sesi kedua ini.

Sesi ketiga, yaitu tanya jawab.
Sehubungan tidak semua bisa dituliskan di sini, lagi dan lagi ceritanya panjang. Di sini saya akan berikan catatan singkatnya.

“Apa yang dikatakan orang lain tidak sama dengan fakta melainkan hanya opini. Sementara apa yang dilihat tidak sama dengan fakta melainkan hanya perspektif.”

“Kalau kita tidak ada di masa lalu, maka kita tidak bisa mengadilinya di masa sekarang.” ini cocok banget buat yang suka menilai orang lain hanya dengan sekali lihat, tanpa melihat latar belakangnya.

“Kalau ada yang menguji kebenaran tentang tulisan kita, terima saja. Jangan pernah sombong dan berpikir tulisan kita sudah baik/sempurna. Merendahlah sebelum kamu direndahkan. Mengalahlah sebelum kamu dikalahkan.”

“Kalau kamu tidak yakin dengan kekuasaan Allah SWT, lebih baik jangan berdoa!”

“Ibarat pohon kurma, kuatkan akar dulu baru naik/tumbuh ke atas.” Kalimat ini tentu saja luas banget artinya. Bisa dipakai dalam hal apapun. 

Bagaimana cara mengatur waktu untuk menulis di saat sibuk?
Menciptakan hal yang selalu mengingatkan diri, masing-masing mempunyai cara yang berbeda. Kalau Om Maman sendiri contohnya dengan menyusun tumpukan buku yang menjadi sumber data dari buku yang akan ditulis. Jadi setiap kali melangkah buku-buku itu seakan melambai minta disentuh. Kalau dalam hal ini, mirip dengan apa yang saya lakukan di kantor, yaitu menulis di post it dan tempel di tepi layar monitor. Dijamin pasti pas lihat layar langsung baca catatan tersebut dan inget. So, tentukan caramu!

Bagaimana cara menanggulangi writer’s block?
Terkadang kita sering terganggu saat sedang menulis, misalnya saja dipanggil emak buat nyuci baju. Di saat hal tersebut terjadi, jangan marah karena marah dapat membakar ide yang sudah ada di kepala. Hal yang paling tepat untuk dilakukan adalah meminta waktu sejenak, tulis hal penting yang sudah ada di kepala. Jadi ketika kita akan menulis lagi, ide tersebut masih tersimpan dengan baik.
Dalam menghadapi WB kita bisa memilih untuk melakukan hal ini.
1. Tinggalkan sementara tulisan tersebut dan isi waktu dengan liburan agar otak kita menjadi bersih. 
2. Lawan WB tersebut dengan kita terus menulis (kayaknya yang ini agak susah ya)

Bagaimana jika terlalu banyak ide sementara tulisannya belum selesai?
Terlalu banyak ide bukanlah hal buruk. Cara mengatasinya cukup tulis atau catat ide tersebut agar tidak hilang. Nanti saat kita memerlukannya kembali, maka kita cukup memanggil ulang ide tersebut. Dalam hal ini kita bisa memanfaatkan gadget yang kita miliki. Jadi kapan pun ide itu muncul di kepala, kita bisa langsung menulisnya di sana.

Pas bahas ini saya langsung inget waktu nulis cerita, waktu itu cerita yang saya tulis baru sampai konflik utama. Eh ada teman yang cerita soal hal-hal unyu yang dilakukan dengan teman/pasangannya, langsung saya tulis cerita tersebut untuk nanti sebagai bagian dari ending cerita. Jadi kurang lebih seperti itu, ide yang muncul sekarang pasti akan berguna nantinya.

Yeah, akhirnya itu saja yang bisa sampaikan di sini. Karena waktu menjelang bedug Maghrib jadi makanan sudah melambai-lambai minta di siapkan. Taraaaaaa, selamat berbuka.

Setelah berbuka, acara masih berlanjut dengan bincang santai bersama Om Maman. Pokoknya banyak banget yang diobrolin, ada yang bertanya tentang proses penerbitan, naskah yang nge-hits dan masih banyak lagi. Pokoknya rugi banget buat yang nggak dateng di acara ini. Kapan lagi kan bisa ngobrol dan dapet ilmu secara cuma cuma?
Kawancut bersama Om Maman - Foto @kancutkeblenger

Maaf mukanya disensor, lagi kurang oke :P
Yuhuuuu, jam delapan kita bubar jalan dan akhirnya jam setengah 10 sampai kos. Pokoknya #DisbukberKK super sekali Kakak. 
** Jika ada kesalahan data di atas itu murni kekhilafan otak saya. Sila dikoreksi.

Akhir kata matursuwun sudah mampir.

 

Wassalaamu’alaikum.


12 comments:

  1. Hehe lebih lengkap disini dari pada catatanku ternyata.. matursuwun mba

    ReplyDelete
  2. waini, Lengkap beneeeerrrr! :D
    bisa dipake buat nyontek kalo lupa.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wkwkwkwk... contek aja.. ujiannya open gadget kok #ehhh

      Delete
  3. nah ini baru postingan, lengkap sis. makasi udah dateng.

    btw gue lg potong empek empek nwkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yuhuuy.... makasih kembali Kak Pina...
      KK paling oke deh emang :)
      Hahaha...iya lg jadi seksi konsumsi :p

      Delete
  4. (( Naskah yang ngehits ))
    Wah makasih banget ya udah berbagi ilmunya, saya nggak bisa dateng soalnya kalo dari Bandung mah kejauhan :')

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama sama.... makasih kembali ya udah mampir... semoga bermanfaat...
      semoga juga nanti Bandung berkesempatan ;)

      Delete
  5. wahhh, kayaknya seru dan bermanfaat banget :) pingin ikut tapi jauhh
    @my blog :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga lain waktu ada kesempatan yaa :)

      Delete
  6. Makasih bgt nih udah berbagi. Semoga dibalas sama Allah. Hihi. Semoga sukses dengan "Bila" nya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama samaa....
      Aamiin ya Rabb... makasih atas doanya juga ya :)

      Delete