Monday, 8 June 2015

Review Buku “Karena Hidup Itu Indah”


Assalaamu’alaikum.
Selamat berhari Senin, menjelang Selasa.
Yak, kali ini saya berkesempatan berbagi atau sebut saja  review sebuah buku yaitu

Broken Home Broken Dreams
KARENA HIDUP ITU INDAH
Penulis   : Chatreen Moko (@Broken_HomeINDO)
Penerbit : Mediakita

Sinopsis :
Ini bukan tentang mereka yang menikmati hidup dari pelataran surga. Bukan tentang mereka yang tak mati meski kesedihan menikam dalam sepi. Karena mereka dikelilingi titik-titik bahagia yang setiap hari bisa disantap. Namun, ini tentang kami yang setiap hari harus mati terkungkung dalam sunyi, dan setiap hari harus menumbuhkan kebahagiaan baru hanya untuk membuat lengkungan senyum di wajah-wajah kami walaupun itu semu. Kami tidak tahu betul apa itu kebahagiaan, tetapi kami tahu caranya bangkit melawan berbagai masalah yang berusaha mematahkan semangat dan mimpi-mimpi kami. Mimpi yang kami ramu tanpa sepasang sayap malaikat yang sejak kecil mengajak kami terbang. Namun, kami terus bangkit meski harus jatuh berkali-kali, kami juga harus bangkit berkali-kali. Menumbuhkan sayap itu sendiri lalu terbang ke mana pun kami mau.

Hidup selalu memberikan pilihan, tetapi tidak seorang pun yang bisa memilih di keluarga mana ia akan dilahirkan.

Untuk saudara-saudaraku yang masih sering mengeluh “Kenapa harus saya yang mengalami hal ini? Kenapa bukan orang lain? Kenapa hidup serumit ini?” Buku ini ditulis spesial untuk kamu. Semoga bermanfaat dan termotivasi untuk menjalani hidup yang lebih ikhlas lagi. Karena serumit apa pun masalahnya, selalu ada solusi dan tentu saja pribadi kita sendiri adalah solusinya.

Oke, langsung saja.
Jadi ceritanya beberapa waktu yang lalu, pada saat proses penerbitan “Bila” tentu saja saya langsung follow semua sosmed dengan penerbit Mediakita. Nah di twitter @mediakita Bila bersama teman-temannya ada di sana.Lalu tidak lama kemudian di facebook ada akun Chatreen Moko add  saya. Dengan PP buku ijo yang ada rumah pohonnya saya langsung ngeh kalau doi adalah penulis, dan tentunya penulis di Mediakita soalnya pernah lihat buku seperti gambar di atas. Hiyaaaa, demi apa saya di.add sama penulis kece #senyumsenyum.

Well,  waktu pertama temenan saya masih biasa aja. Maklum saya lagi sok sibuk jadi jadwal kepo berkurang. Sampai akhirnya selanjutnya kita sebut Kak Chatreen #eyaaasayasokmuda, dia rajin upload foto readernya bersama bukunya yang kita singkat saja KIH #inisihyangnulisyangngasihsingkatan. Saya jadi penasaran, jiwa kepo berkembang dan saya pun jalan-jalan ke blognya di. chatreenmoko31.blogspot.com


Baca, baca, baca dan hueeeeee saya mewek-serius isi blognya sesuatu. Entah saya orangnya yang mellow dan gampang terharu atau memang bener-bener blognya emang sesuatu. Tapi sih kayanya emang blognya yang kece. Bukan, bukan kece dengan layout dengan segala macam, tapi isinya behh, nendang. Dari semua postingan kebanyakan tentu saja tidak jauh-jauh dari broken home. Dari semua postingan, yang paling bikin saya sukses speechless adalah postingan dengan judul Apa kabarmu di sana, PAPA? Gimana nggak speechless orang saya langsung inget sama alm. Bapak, lalu jadi berpikir hal yang sama. Dengan berbagai hal di sana, jujur saya pernah mengalaminya terlebih di bagian Bapak sakit, saya pernah mengabaikan sakitnya waktu itu dan menganggap adalah penyakit biasa. Pernah merasa lebay ketika semua semua anak beliau dari luar kota pulang dan rumah menjadi ramai, beliau minta dibacakan S.Yassin. Hingga akhirnya saya menyesal setelahnya, karena tidak lama kemudian ternyata hal itu adalah permintaan beliau yang terakhir.  Penyesalan memang selalu datang di belakang, bukan?

Ishhhhh, kenapa ini malah jadinya saya curcol? #tepokjidat.
Oke kembali ke Buku KIH. Buku ini dibagi menjadi 4 part, yaitu sbb :
Part 1. What is Broken Home?
Di buku ini Kak Chatreen menjelaskan apa itu broken home.  Jadi broken home di sini tidak melulu anak dari orangtua yang bercerai tetapi bisa saja adalah keluarga yang utuh tetapi tidak harmonis. Selain itu ada juga faktor-faktor  yang menyebabkan adanya broken home di bagian ini.

Part 2. Dear Parents
Berisi tentang segala isi hati atau unek-unek seorang anak yang tidak berani diutarakan secara langsung kepada para orangtuanya. Well, baca bagian ini pengen rasanya saya nyuruh orangtua yang berpisah untuk membaca buku ini agar mereka tahu apa yang dirasakan oleh anaknya selaku korban. L

Part 3. A Little Stories.
Berisi tentang kisah sahabat-sahabat dari Kak Chatreen yang mengalami ketidakutuhan dalam keluarganya. Membaca cerita dari teman-teman di sini tidak henti-hentinya membuat saya semakin bersyukur atas keluarga yang saya miliki. Walaupun tidak seberuntung dengan orang beruntung lainnya, tetapi saja jauh lebih beruntung dari yang kurang beruntung (ini kalimat emang ribet)

Part 4. Dear Child
Berisi tentang nasehat, semangat, atau sebut saja motivasi dari Kak Chatreen untuk teman-teman Broken Home. Salah satunya yang menurut saya keren adalah bagian ini Berhenti menyalahkan keadaan.
Dalam buku ini juga Kak Chatreen mencoba mengingatkan kita, dari sekian banyak kalimat, inilah favorit saya :
“Hidup selalu memberikan pilihan, tetapi tidak seorang pun yang bisa memilih di keluarga mana ia akan dilahirkan.”
“Kawan, seburuk apa pun orangtuamu jangan pernah membenci mereka, nikmatilah setiap detik bersama mereka, jangan katakana ‘aku menyesal’ saat mereka telah tiada”

Oke, sekian tentang buku KIH. Kesimpulan dari saya: buku ini rekomen banget, seperti kata di belakang buku ini yaitu -Buku ini ditulis untuk saudara-saudaraku yang masih sering mengeluh “Kenapa harus saya yang mengalami hal ini? Kenapa bukan orang lain? Kenapa hidup serumit ini?-
Jadi buat kamu-kamu yang masih sering mengeluh seperti di atas mendingan kalian baca dulu buku ini. Buku ini akan membuatmu banyak bersyukur atas hidup yang kamu miliki sekarang.

Pelangi akan muncul setelah hujan reda, begitu pun dengan kehidupan. Masa bahagia itu akan datang setelah kesulitan yang kita hadapi, karena Tuhan tidak akan mengabaikan setiap usaha yang dilakukan oleh umatNya. Selamat berbahagia :)

Nb: Sedikit koreksi untuk Kak Chatreen, barangkali KIH akan cetak ulang. Aamiin. Ada beberapa kesalahan di bagian awal yang ditemui di buku ini. Yaitu penulisan yang belum konsisten antara penggunaan kata “saya” dan “aku” (contohnya di. hal V, 9, dan 10)

Akhir kata, sukses terus buat Kak Chatreen untuk bukunya  dan juga @Broken_HomeINDO, semoga bisa terus menginspirasi.

Buat konco-konco semua jangan lupa jemput bukunya di Toko Buku terdekat ya!
Happy reading!
@lainilaitu

Wassalaamu’alaikum.

3 comments:

  1. Assalammualaikum , mb dimana sy bisa dpt buku kyak ini?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wa'alaikumsalaam.... Maaf banget ya baru balas komentarnya.. Lama banget nggak main blog...
      Bisa dicari di gramedia atau cba hubungi penulisnya langsung ya :)

      Delete
  2. udah cari di gramedia. tp gak ada mbak.. kontak penulisnya dmna ya?

    ReplyDelete