Friday, 10 June 2016

Review Buku Rumah Tangga - Fahd Pahdepie


Ehm,
Ceritanya beberapa waktu yang lalu ada seorang yang kasih rekomen buku judulnya Rumah Tangga – Fahd Pahdepie. Saya ini termasuk yang kudet masalah buku, kecuali ada yang kasih rekomendasi. Jadi, buku ini disarankan agar saya bisa tahu bagaimana menulis fiksi islami tapi universal, pokoknya yang nggak islami banget! Nah, lho, jadi ribet gini jelasinnya. Akhirnya karena penasaran, saya pun turun gunung dan mencari buku ini, taraaa begini penampakannya. Kesan pertama, cukup tebal sesuai sama harga, tapi nggak sama kantong.



Judul: Rumah Tangga (Berumah dalam cinta, di tangga menuju surga)
Penulis: Fahd Pahdepie
Editor: Gita Romadhona
Penerbit: PandaMedia
Tebal: X + 286 halaman

Buku ini secara keseluruhan menceritakan perjalanan rumah tangga Om Fahd. Mulai dari sebelum menikah hingga sekarang, bahkan ada juga surat untuk masa depan. Isinya sukses bikin baper. Ini ada Om Fahd KW nggak, sih? Yang mau menerima tanpa peduli akan masa lalu seorang. Well, masa lalu atau lebih tepatnya latar belakang keluarga bukanlah salah kita. Faktanya satu hal yang tidak bisa kita pilih di dunia ini adalah dari keluarga mana kita dilahirkan. Memang tidak sedikit orangtua yang menginginkan anaknya menikah dengan seorang yang latar belakang keluarganya jelas dan harmonis, sehingga broken home seringkali dilihat sebelah mata. Tapi, sekali lagi, bukan salah anak kalau keluarganya bukanlah keluarga yang sempurna. Lagipula, belum tentu jika latar belakang keluarganya tidak sempurna, seorang anak akan meneruskan ketidaksempurnaan tersebut. Aih, oke ini sudah melantur ke mana-mana. Salahkan bukunya yang bikin baper tadi.

Membaca buku ini, membuat kita seakan mengenal keluarga Om Fahd. Kita bisa tahu seperti apa orangtua, adik, istri dan anak Beliau. Mungkin, buku ini sudah nyaris seperti diary milik Om Fahd, isinya isi hati beliau untuk keluarga terdekat. 

Apa serunya baca buku yang isinya kisah orang lain, Lai? Bikin iri saja.

Wait, justru dengan membaca buku ini banyak pelajaran yang bisa diambil. Bagaimana sebuah pernikahan itu tidak hanya mengikat antara aku dan kamu, melainkan keluarga kita. Jika kita mau menikah, berarti harus siap dengan keluarganya. Jika kebanyakan berpikir dengan menikah itu artinya kita bahagia, ada tempat untuk pulang, tidak semudah itu. Masih banyak hal yang memberi warna dalam pernikahan, baik itu cobaan atau kebahagiaan.  

Satu hal yang saya suka dari cerita ini, bagaimana kita bisa melihat kedekatan Om Fahd dan ayah. Bukan dalam artian dekat banget, tapi intinya adalah gimana Ayah memberi wejangan untuk anaknya. Ah, serius ini buku susah buat diceritain, tapi ini saya berikan kata-kata atau kalimat yang oke punya untuk sekadar gambaran. 

Dosa yang kau tangisi dan kau sesali dalam hati, seribu kali lebih baik dari kebaikan yang kau tampakkan dan kau bangga-banggakan. – Hal.102

Barangkali, ibu kita memang bukan ibu terbaik di dunia, sebab kita juga bukan anak-anak terbaik di dunia! Ucapkanlah selamat tinggal masa lalu. Ucapkanlah selamat tinggal pada dunia yang buruk. Selamat terlahir kembali. – Hal. 137

Nasihat Shakespeare, harapan adalah akar dari semua rasa sakit hati. Kita yang kadang-kadang berlebihan mengharapkan sesuatu, cenderung dibuat patah hati. – Hal.161

Sedikit sekali orang yang tak bisa “mendengar”, tetapi banyak sekali orang yang tak bisa “mendengarkan”. – Hal.166

Dalam hidup, ada hal-hal yang patut kita tunggu, ada hal-hal yang perlu kita alami, dan ada hal-hal yang selalu layak untuk kita perjuangkan. – Hal. 237

Inilah roller coaster yang sesungguhnya. Kadang, kita harus teriak kencang ketakutan, kadang harus bahagia melepas segala beban. Di atas semua kekuatan itu, kita tahu, semua akan baik-baik saja. – Hal.250

Tuh, kan! Banyak kalimat yang oke punya dan membuat kita termotivasi. Ini hanya sebagian, karena masih banyak kisah dan pelajaran dari buku ini yang dapat kita ambil. Jadi, silakan dikoleksi, ya! Buat Om Fahd, sukses selalu dan selamat atas kelahiran buku barunya.

Nb. Kalau ke gramedia dan lihat penampakan Bila/Calon Imam boleh dibawa pulang juga, ya! *teteppromosi.

Akhir kata, maturnuwun udah mampir.


Laini Laitu


3 comments:

  1. Wah lengkap banget kutipan quotesnya :D aku juga suka novel ini dan pernah review di blog. Bagus yaaa, suka terharu sendiri bacanya :D

    ReplyDelete
  2. Ini sebenernya masih banyak banget quote keren lainnya ya :))
    Iya, bagus. Banyak pelajaran yang bisa diambil :)

    ReplyDelete
  3. Ini sebenernya masih banyak banget quote keren lainnya ya :))
    Iya, bagus. Banyak pelajaran yang bisa diambil :)

    ReplyDelete