Friday, 20 May 2016

Ketika syarat untuk menjadi Relawan Donor Darah tidak bisa terpenuhi

Apa yang terlintas di pikiran teman-teman ketika mendengar kata Palang Merah Indonesia? Saya yakin tidak jauh-jauh dari palang berwarna merah dan tetesan darah. Yup, Palang Merah Indonesia atau yang akrab di telinga dengan sebutan PMI adalah sebuah organisasi perhimpunan nasional Indonesia yang bergerak di bidang sosial kemanusiaan.

http://www.pmisolo.or.id/wp-content/uploads/2014/08/donor-darah-manahan.jpg


PMI memang selalu identik dengan darah. Hampir semua orang jika sudah berhubungan dengan donor darah maupun kantung darah pasti yang terlintas adalah PMI. Pun begitu dengan saya. Dengan begitu, tanpa tahu lebih banyak soal PMI kita sudah tahu betapa penting arti kehadirannya dalam kehidupan kita. Sama halnya dengan pentingnya darah bagi tubuh, begitulah kurang lebih peran PMI di Negara ini. PMI menjadi jembatan antara pendonor dan pasien yang membutuhkan. Walaupun kita tidak mengenal siapa yang menjadi penerima donor, tetapi darah kita telah menyambung nyawanya. Begitu hebatnya hidup ini bisa berjalan, kita membantu seseorang yang membutuhkan tanpa harus melihat siapa dan latar belakang orang yang kita bantu.

Bagaimana cara agar kita bisa mendonorkan darah? Tentu saja ada beberapa syarat yang harus dipenuhi agar bisa menjadi pendonor. Antara lain sbb:
  • Sehat jasmani dan rohani.
  • Usia 17 sampai dengan 65 tahun.
  • Berat badan minimal 45 kg.
  • Tekanan darah :

          Sistole 100-170
          Diastole 70-100
  • Kadar haemoglobin 12,5g% s/d 17,0g%.
  • Interval donor minimal 12 minggu atau 3 bulan sejak donor darah sebelumya (maksimal 5 kali dalam 1 tahun)

Dilihat dari poinnya memang hanya sedikit, tetapi poin nomor satu yaitu sehat jasmani dapat menjadi beberapa syarat yang lebih luas, misalnya tidak boleh mempunyai penyakit jantung, paru-paru, kanker, dll. Kita bisa menyumbangkan donor darah dengan menghubungi posko PMI terdekat, tentu saja harus melalui prosedur yang ada.

Saya pernah mendengar cerita dari seorang dosen yang mengatakan kalau donor darah itu sudah menjadi semacam gaya hidup. Beliau rutin melakukan donor darah setiap tiga bulan sekali dan merasa ada yang kurang jika tidak melakukannya. Boleh dibilang, donor darah itu ‘nagih’! Tentu saja ‘nagih’ dalam hal kebaikan itu tidak buruk. Terlebih lagi donor darah rutin menjadikan kita rajin untuk memantau kesehatan sendiri agar memenuhi syarat sebagai pendonor. Lain halnya dengan kita yang terkadang malas untuk sekadar melakukan cek kesehatan secara rutin.

Jika ditanya apakah saya pernah melakukan donor darah? Jawabannya adalah belum *sedih*. Iya, saya pribadi belum mempunyai pengalaman dalam hal donor darah. Kenapa? Karena poin ketiga tidak bisa terpenuhi yang otomatis langsung tereliminasi dari calon pendonor.

Buat teman-teman, apakah ada yang senasib dengan saya? Pernah dengar kalimat, ‘Banyak jalan menuju roma’? Nah, kalimat itu juga pas dalam hal ini. Tidak bisa donor darah, bukan berarti kita sudah harus menyerah dalam menolong sesama. Membantu orang lain tidak hanya lewat tetesan darah, iya darah memang penting, tetapi masih ada cara lain jika memang kita tidak lolos kualifikasi untuk menjadi pendonor.

Sekadar informasi, kegiatan PMI ini mencakup banyak hal selain donor darah, yaitu:
  • Relawan donor darah (ini memang poin pertama).
  • Sukarelawan pelayanan kesehatan.
  • Respon bencana.
  • Relawan kesiagaan bencana.
  • Relawan lingkungan.
  • Relawan lingkungan hidup.
  • Dan sebagainya.

Nah, teman-teman ingin membantu kepada mereka yang membutuhkan, tetapi tidak bisa dengan darah, bisa loh menyalurkan donasi ke PMI. Insya Allah akan disalurkan kepada mereka yang membutuhkan. Info lebih lengkap kita bisa cek ke website resmi PMI bagian INFO DONASI.

Jadi, kembali ke diri kita masing-masing, membantu teman yang membutuhkan itu cukup mudah. Jika membantu cukup dengan darah tanpa harus mengeluarkan materi, kenapa harus dibuat sulit? Ingat slogan PMi ‘Setetes darah Anda, nyawa bagi sesama’, itulah gambaran betapa berartinya darah kita untuk orang yang membutuhkan. Kalau pun kita tidak bisa membantu dengan darah padahal kita sangat ingin membantu, tenang saja, masih ada cara lain. Semua kembali lagi ke hati. Indahnya jika kita bisa berbagi kepada mereka yang membutuhkan. Tanpa perlu mencari sasaran yang tepat, PMI akan membantu kita dengan senang hati karena PMI selalu ada di mana pun untuk siapa pun.

Jadilah relawan donor darah, pahlawan penyelamat bagi mereka yang membutuhkan.

Akhir kata, maturunuwun sudah mampir.
Laini Laitu


Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba blogger #RedCrossDay.


Sumber : 
http://pmidkijakarta.or.id/pelayanan.php?id=19#.Vz1X21V_tAc

No comments:

Post a Comment