Tuesday, 17 May 2016

Review Buku Move On Garis Keras

Penampakan MOGK
Judul: Move On Garis Keras
Penulis: Furqonie Akbar, Utami Pratiwi, Ghina Oksa, Kimfricung, Reza Nufa
Editor: Ainini
Penerbit: Ping
Tebal: 180 halaman
Harga: Rp 38.000,00
ISBN: 978-602-391-107-3

BLURB

Ada banyak cara renyah dan santai yang bisa membuat kita belajar tanpa harus merasa digurui perihal 'mengalahkan masa lalu'. Kumpulan tulisan ini salah satu contohnya.
-Faisal Oddang, cerpenis, penulis novel Puya ke Puya

Bagi saya sendiri, susah rasanya untuk tidak sentimental setelah membaca naskah buku ini.
-Agus Mulyadi, penulis buku Jomblo Tapi Hafal Pancasila

Mantan pacar, mantan gebetan, atau mantan calon gebetan seperti apa yang pernah kamu miliki? Kenangan macam apa yang selama ini menghantui?

Saatnya berhenti berlari, lalu berbalik dan menghadapi kenangan yang ditinggalkan mantan dengan gagah berani.

3 cewek dan 2 cowok dari berbagai usia dan latar belakang akan berbagi kisah dan cara move on dalam buku ini.

***

Tahun 2016 kamu masih galau gegara mantan? Sama  Sekarang udah nggak zaman. Jadi, buat kamu termasuk saya yang belum move on, hukumnya wajib buat baca buku bersampul kuning ini. 

Jadi, ceritanya kemarin saya tidak sengaja melihat info GA untuk buku Move On Garis Keras ini muncul di twitter dan di sinilah asal muasalnya. Saya langsung tertarik karena bawa kata-kata move on dan iseng mengirimkan jawaban yang pertanyaannya sesuatu banget. Katanya suruh move on, tapi Ghina malah seakan menyuruh kami untuk membuka kenangan lama yang bernama ‘mantan’. Rasanya itu, pedih! Well, tapi nggak apalah kalau kalau kepedihan itu langsung mendapatkan obat penawar berupa buku sampul kuning ini. Makasih buat Ghina yang udah khilaf kirim DM #eh.

Di siang yang terik, Pak Pos datang membawa bungkusan coklat berisi Si Kuning ini. Begitu buka langsung suka sama layoutnya yang ramai, bikin tambah semangat buat baca. Btw, pas banget dengan covernya yang ada telapakan kaki gitu dan saya lagi merajut alas kaki bayi. Mungkin mereka jodoh #hallah.
Penampakan lagi!
Buku ini ditulis oleh lima penulis muda #hasekkk yaitu, Furqonie Akbar, Utami Pratiwi, Ghina Oksa, Kimfricung, dan Reza Nufa. Supaya enak buat review, akan saya bagi berdasarkan penulisnya.

Furqonie Akbar, penulis yang mengaku Om Lee Min Ho KW #masihngakak. Doi menuliskan hanya dua materi yaitu Kenapa kita harus move on dan Cerita dari yang lebih berpengalaman. Iya, memang dua materi, tetapi isinya panjang. Nah, buat kamu yang bertanya-tanya kenapa harus move on, jelas banget jawabannya ada di sini. Selain itu, ada juga berbagai macam jenis mantan versi doi. Bahasa yang dipakai juga ringan dan menyenangkan (?). Bagian paling menyentuh itu adalah cerita dari yang berpengalaman. Ketika membaca, saya langsung berpikir, “Cobaan hidup yang saya terima itu belum ada apa-apanya dengan beliau yang berpengalaman ini, tetapi sudah merasa seperti orang yang paling menderita di dunia karenanya! Payah!”. Penasaran? Silakan baca sendiri ^,^


Utami Pratiwi, tukang galau dan baper. Saya setuju banget kalau di profil ditulis tukang galau dan baper soalnya kisah cerita dari doi emang beneran bikin baper, atau emang yang nulis terlalu kebaperan (apa sih?). Doi menuliskan berbagai macam mantan yang …  dan juga pengalaman move on-nya. Mantan satu organisasi langsung membuat saya bercermin, membuka kenangan lama lebih tepatnya. Iya, saya setuju banget dengan kalimat “Kalau pacaran, jangan sama orang satu organisasi.”, beban mentalnya setelah gagal itu berat.

Gimana coba caranya kita bersikap biasa dengan mantan ketika diwajibkan bertemu karena kegiatan, padahal kita sudah mati-matian menghindar agar tidak berkomunikasi dan bertatap muka. Naasnya, kita harus bersikap profesional dalam segala hal. Kita harus berkomunikasi baik via telepon atau pun email sekadar membahas pekerjaan. Mau tidak mau, harus mendengar suaranya yang bikin galau. Rasanya itu, menyakitkan! Saya pernah gagal move on dalam kasus yang sama dan saat itu menjadi seorang pengecut, memilih menghindar dengan keluar dari pekerjaan karena seorang itu adalah rekan kerja di cabang. Parahnya, setelah itu dia dimutasi ke kantor pusat yang otomatis menjadikan kami berada di kota yang sama dan saya terpaksa menghindari pertemuan dengan teman eks-kantor yang biasa dilakukan di sekitar kantor karena khawatir akan bertemu. Lalu, lebih tragis lagi ketika kami malah bertemu di kampus yang sama dengan fakultas yang sama pula. Sigh! *ini ftv banget. Ehh, ini kenapa saya jadi curcol? Baiklah, cukup sekian, intinya pengalaman move on ala mbak Tiwi sesuatu banget.


Ghina Oksa - Penulis kelas 2 SMA ini awalnya saya panggil ‘Kak’ di DM dan langsung protes, eh ternyata emang masih unyu-unyunya *langsung berasa tua. Sesuai dengan umurnya, doi menuliskan berbagai tips move on ala anak SMA. Kamu masih SMA? Nah, tips dari Ghina ini rekomen banget buat kamu.

Kimfricung, cuek dan gampang move on. Walaupun saya belum sempat kepo soal doi, tapi dilihat dari tulisannya ini kayaknya doi anak IPA. Banyak teori yang dipakai sebagai jurus untuk melupakan mantan, salah satunya adalah Hukum Gravitasi Mantan. Tulisan yang paling jleb itu bagian Mantan yang terpaksa jadi mantan. Kalian pernah mengalami hal tersebut? Kebayang nggak sih kita terpaksa mundur perlahan karena orangtua, misalnya dijodohin. Rasanya itu guys, nyesek abis. Kita dipaksa sok tegar padahal dalam hati sesenggukan. Kemudian ada lagi juga mantan yang terlebur dalam statistik, mungkin ini membuat si kuning tampak berbeda, sayangnya saya terpaksa harus skip banyak halaman karena gambar-gambar lingkaran pada tulisan ini. Lingkaran tersebut mengingatkan pada laporan sasaran mutu bulanan dan matematika *nyerah mikir lihat angka*


Reza Nufa, mahasiswa 14 tahun ak mahasiswa abadi. Gelar doi ini mengingatkan saya kepada penulis terfav yaitu Mas Alitt @shitlicious *Piss. Sama dengan penulis sebelumnya, doi juga memberikan berbagai cerita serba-serbi mantan dan Tips konkret untuk move on. Dari sekian banyak tulisan Om Reza, saya paling berkesan dengan Mantan Beda Agama. Kenapa begitu? Karena kebetulan ada dua teman dekat saya juga mengalami hal yang sama.

Dia lelaki yang sudah menjalin hubungan banyak tahun dengan seorang wanita beda agama. Setiap kami berbicara, ujung-ujungnya dia akan curcol tentang kegalauan masa depan. Hal yang membuat saya ikutan galau karena setiap saran yang ada selalu dibuat mental. Masalah kepercayaan terlalu sensitif, terutama orangtua. Dia bilang tidak mungkin berubah, pun dengan wanitanya. Sampai sekarang mereka masih berhubungan, LDR, dan masih belum tahu mau dibawa ke mana. Satu lagi, dia wanita yang menjalin hubungan beda agama. Kebetulan yang satu ini masih mendapatkan kecerahan. Setelah sebelumnya hubungan tidak disetujui oleh ortu masing-masing, akhirnya dengan kekuatan bulan cinta, mereka bisa mengubah keputusan orangtua. Salah satu dari mereka mengalah dan mengubah keyakinan. Mereka melakukan pernikahan walaupun dengan terpaksa menggunakan wali hukum. Alhamdulillah, sampai saat ini mereka berbahagia. Well, dari pengalaman teman di sekitar dan juga pengalaman Om Reza saya semakin yakin untuk menghindari hubungan beda agama ini. Walaupun ada yang berujung pernikahan, tidak sedikit juga yang berujung perpisahan. Psttt, sebelum melihat foto profilnya saya kira Reza Nufa itu cewek #acunginduajarikeomreza.



Fiuhhh, sebenarnya masih banyak banget isi buku ini yang menarik untuk dibahas, tetapi yang ada nanti saya spoiler berat dan curcol kebablasan. Intinya, buku ini cocok buat kamu yang mau move on. Hampir semua tips move on dari berbagai macam tipe mantan ada, lengkap. Pokoknya buku ini ibarat tempat makan udah kayak SS, paket mantan sambal tidak ada yang kelewatan.  Jadi, tunggu apalagi? Sila jemput di toko buku terdekat dan SELAMAT MOVE ON!

Nb:
1. Berhubung sudah di toko buku janan lupa jemput 'Bila' dan 'Calon Imam' sekalian, ya! #promositerselubung

2. Mohon maaf jika ada kata yang kurang berkenan di hati penulis MOGK dan pembaca.


 Akhir kata, maturnuwun sudah mampir.

Laini Laitu


No comments:

Post a Comment