Thursday, 26 May 2016

Review Buku Twiries ~ The Freaky Twins Diaries


Demi apa saya sekarang lagi rajin baca, baca buku lagi *bukan pake gadget. Jadi, ceritanya beberapa waktu lalu saya iseng ke Hartono Mall buat acara ‘Festival Kuliner Favorit dan Pesta Anak Kembar” yang diadakan dari 29 April s.d 8 Mei 2016. Berawal dari iseng inilah saya tahu wajah asli Teh Evi Sri Rezeki yang tadinya cuma sempet kepoin di twitter waktu lihat promo acara ini.

Panggung Sandiwara #eh, panggung acara


Saya sempat menjadi pendengar di acara Talkshow-nya sebentar, soalnya sudah terlalu sore jadi cuma dapat ekornya. Bisa kita lihat penampakannya. Lalu, berhubung lagi ada promo diskon, saya yang pecinta diskonan dan penasaran dengan buku Twiries ini akhirnya membawa pulang Si Hijau. Ini dia penampakannya.
Pict: Goodreads
Judul: Twiries
Penulis: Eva Sri Rahayu & Evi Sri Rezeki
Editor: Ainini
Penerbit: de TEENS

Apa sih yang terlintas di pikiran teman-teman kalau mendengar kata ‘kembar’? Kalau saya pribadi setiap dengar kata kembar atau pun melihat orang kembar selalu berpikiran ‘lucu, pengen ih punya kembaran!’. Apa lagi kalau kembar yang saya temui cowok-cewek, unyu maksimal. Kan enak kita bisa punya partner kondangan kapan pun dan di mana pun. Hihiy.

Itu tadi adalah salah satu kata saksi kembar, lalu apa komentar dari kembar sendiri? Di sini Teh Eva dan Teh Evi menjelaskan berbagai macam serba-serbi dunia kembar. Dari buku ini kita bisa tahu sedikit banyak tentang bagaimana kehidupan Si Kembar yang tidak selalu unyu seperti dalam pikiran saya. Saya bisa merasakan bagaimana bosannya menjadi mereka ketika ditanyai beberapa hal yang sama oleh orang yang berbeda. Rasanya itu errrr, contohnya saja kalau terus-terusan ditanya ‘kapan nikah?’ #ehkelepasan. Bukan, bukan itu pertanyaan yang sering didengar oleh kembar, melainkan adalah antara lain: apa bedanya Si Kembar, siapa yang lebih cantik, mana adek dan mana yang kakak, dan masih banyak lagi.

Buku ini lumayan tebal, sekitar 303 halaman. Dengan cara penulisannya yang ringan dan santai, buku setebal ini tidak membuat saya bosan. Apalagi layout-nya yang kece, dilengkapi dengan komik yang lucu. Asli, buku ini bisa bikin ketawa karena aksi konyol dari Si Kembar.
 
Twiries Hal 34
Selain itu, di buku hijau ini kita bisa tahu alasan kenapa menjadi kembar itu enak dan tidak enak. Masing-masing ada tujuh alasan, bisa dibilang imbang.

Kenapa enak?
  • Kesepian? Jauh-jauh,deh!
  • Selalu punya partner dalam segala hal.
  • Bisa tukar-tukaran barang.
  • Punya tempat curhat yang nggak pernah bosan disampahin.
  • Selalu punya tempat untuk pulang.
  • Punya tempat penyimpanan rahasia.
  • Ada seseorang yang mencintai kita sedalam seorang ibu


Kenapa nggak enak?
  • Dibandingkan dalam hal fisik.
  • Dibandingkan dalam hal kepintaran.
  • Dibandingkan dalam hal prestasi.
  • Dibandingkan dalam hal pasangan.
  • Dibandingkan dalam sifat dan karakter.
  • Ketergantungan.


Siapa sih yang suka dibanding-bandingkan? Walaupun nggak kembar, saya pun juga nggak suka kalau dibandingin, hiks. Yakin kamu masih pengen punya saudara kembar? Kalau pun yakin sudah telat sih, lol. Tapi, kalau punya anak kembar nanti bolehlah kembar cewek dan cowok #tetepunyu.

Pelajaran yang saya dapat dari buku ini adalah memang benar kalau rumput tetangga itu terlihat lebih hijau. Kalau hanya melihat, kita hanya dapat enaknya, selalu melihat orang lain bagian luarnya. Contohnya saja dengan fakta kembar yang saya lihat unyu ini memiliki cerita yang tidak semuanya unyu. Kebayang nggak sih kalau teman, sohib jalan yang pokoknya udah deket pakai banget tiba-tiba punya pacar dan kita hanya bisa gigit jari? Ah, ini spoiler!

Well, buku ini rekomen buat kamu yang penasaran dengan dunia kembar, juga buat kamu yang ingin bacaan ringan serta lucu. Jadi, tunggu apa lagi? Sila jemput di toko buku kesayangan, ya!

Ah, satu lagi. Saya ingat pesan Teh Evi waktu talkshow kemarin. Intinya, setiap bulan itu banyak banget buku yang terbit dari suatu penerbit, hanya penulislah yang bisa fokus untuk promo bukunya sendiri. Jadi, buat teman-teman yang belum punya ‘Bila’ dan ‘Calon Imam’ jangan lupa dibeli bukunya ya, Kakak! *langsung promo buku sendiri.
Coba tebak, ini siapa? ^^
Buat Teh Eva dan Teh Evi semoga sukses selalu dan bukunya laris manis. Mohon maaf jika ada salah-salah kata dalam postingan ini.

Akhir kata, maturnuwun sudah mampir.
Laini Laitu


5 comments:

  1. Makasih bangeeet apresiasinya :D
    Boleh banget nih kita tukeran buku. Mau banget baca "Bila"
    Seriuuuus

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama, Teh... Hayukkkk,, boleh :)

      Delete
  2. Aaak makasih reviewnya Laini 😘😘😘 iya kita mau review buku kamu. Ada kolom ((kolom)) review buku di Twivers.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-samaaa, Teh....
      Boleh-bolehh,,, nanti ya :))

      Delete
  3. Aaak makasih reviewnya Laini 😘😘😘 iya kita mau review buku kamu. Ada kolom ((kolom)) review buku di Twivers.com

    ReplyDelete